My Blog List

Pages

Total Readers

shinhoney.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Henny Honey
Wellcome to my blog ^^ Blog ini berisi semua hal yang aku sukai enjoy at my blog ^^
Lihat profil lengkapku

Followers

RSS

I Wiil Let You Go

Jill menatap wajahnya di cermin, tampak sembab… hampir setengah jam ia menangis…  putus dari Alan sangat menyiksanya. Orang tua Alan tidak merestui hubungan mereka. Hampir setahun hubungan itu terjalin, namun perpisahan itu bagaikan petir di siang hari… selama ini tak ada masalah berarti dalam hubungan mereka… tangis Jill semakin menjadi ketika lantunan lagu itu mengalun lembut menyayat hatinya yang pilu
“… Semakin ku menyayangimu semakin ku harus melepasmu dari hidupku… tak ingin lukai hatimu lebih dari ini…. Kita tak mungkin trus bersama…. Iwill let you go… “ (Drive-mele[pasmu)
Lagu itu dinyanyikan Alan ketika perpisah sekolah tadi siang. Tak kuasa mendengarnya Jill berlari pulang meninggalkan acara itu. Betapa hancur hatinya, cincin yang 7 bulan yang lalu disematkan ke jari mereka kini tak berarti… hanya menjadi setumpuk  kenangan indah lainnya.
Di sekanya air mata dari pipinya saat terdengar suara motor Alan di depan rumahnya. Sesegera mungkin dia memakai bedak untuk menutupi wajah sembabnya. Dia keluar kamar dengan masih mengenakan seragam SMA-nya.
Kedua mata itu beradu, tampak tatapan mata yang masih menyimpan cinta.
“Ngapain kamu kesini?” Tanya Jill ketus.
“Kamu masih marah ya sama aku?” Tanya Alan
“Marah?? Menurut mu??”
“Hmm… Aku SMS, telfon ma kamu tapi gag ada jawaban, ya udah aku kesini aja.”
“Oh ya…” jawab Jill datar
“Ayo naik…” ajak Alan
“Kmana?”
Ada yang ingin aku bicarain ma kamu.”
“Tapi…”
“Udah ayo naik…”
Akhirnya Jill mengikuti ajakan Alan. Di sepanjang jalan Alan hanya diam. Sampai di suatu tempat, di sebuah cafe yang sering mereka datangi. Mereka memilih di lantai 2 tempat yang nyaman dengan pemandangan yang cukup indah dan tentunya tempat yang dianggap Alan sepi agar mereka lebih leluasa bicara 4 mata. Alan menatap Jill, tapi Jill mengalihkan wajahnya. Tangan lembut Alan menyentuh pipi Jill memalingkan wajah Jill pada Alan.
“Mata kamu sembab tuh… hehehe….” Goda Alan, berharap Jill akan tertawa merengek manja seperti biasanya. Tapi Jill hanya diam dengan mata berkaca-kaca. Sesekali dia menarik nafas untuk menahan air matanya.
Nggak usah basa basi... mau ngomong apa?”
Mata Alan berkaca-kaca melihat sikap Jill, dipeluknya Jill erat-erat.
“Kamu ngapain sih?!!” kata Jill terkejut mendapat pelukan dari Alan
“Sssttt….. jangan ngomong apa-apa….”
Sejenak mereka terdiam, suasana hening dalam ruangan cafe itu… terdengar isak tangis Alan, isak tangis tanpa air mata seorang cowok. Jill terkejut mendengar isakan Alan, baru pertama kali ia melihat Alan menangis di depannya.
”Alan... kamu... “ kata Jill terbata melihat sikap Alan
“Jill… dengerin aku… jangan ngomong apapun sampai aku selesai bicara….”
Jill hanya mengangguk di pelukan Alan
“Maafin Aku Jill, aku juga gak pengen kita putus, tapi aku gak sanggup setiap hari mesti denger kata-kata dari orang tua aku tentang hubungan kita…”
Alan melepas pelukannya. Tangan Jill meraih pipi Alan, benar-benar tangis seorang pria… dia menangis tanpa air mata. Dan inilah kali pertama dalam hidup Alan ia menangis untuk seorang perempuan.
Tapi Aku masih sayang banget ma kamu Lan…” tets air mata itu membasahi pipi Jill
Dengan lembut Alan mnyeka air mata Jill, di kecupnya pipi Jill sembari mengucapkan kata perpisahan…
“Aku juga masih sayang banget ma kamu Jill, tapi maaf mungkin keputusan ini yang harus aku ambil…. Aku gak mau semakin menyakiti kamu”
“Alan... “ Jill masih menangis
“Hey... sudah... dengarkan aku.... Aku janji ma kamu.... Suatu saat nanti entah 4th,5th, atau berapa tahun lagi kalau Aku sudah bekerja aku janji ma kamu, aku akan datang untuk melamar kamu... gak peduli apa nanti kata mereka... pegang janjiku.... “ kata Alan sambil mengecup kening Jill
Di sepanjang jalan pulang Alan menggenggam tangan Jill, Jill memeluk erat Alan, seakan mereka akan berpisah untuk waktu yang sangat lama

ê▬♥▬ê

Sejak kejadian itu mereka memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan tanpa status. Tapi sejak berapa minggu mereka putus, Alan dekat dengan seorang gadis bernama Karen. Dia adalah gadis yang Alan kenal sejak Alan masih berhubungan dengan Jill, saat itu pun Jill cemburu dengan kedekatan mereka. Sejak saat itu pula Alan lebih mementingkan Karen daripada Jill. Dan tepat sebulan mereka putus Alan pun jadian dengan Karen. Di depan Jill Alan menyembunyikan semua itu sampai pada akhirnya Jill mengetahui itu sendiri dari teman-teman Alan. Namun ketika Jill meminta penjelasan Alan, dia berkata
“Jill maaf… maafin aku Jill, aku Cuma mau main-main aja kok, aku tetep lebih sayang kamu Jill…” jelas Alan
Tapi Jill tak perduli, hatinya hancur berkeping mendengar orang yang pling dicintainya berbagi hatinya dengan wanita lain dan Alan tak pernah memberitahunya, Jill tau sendiri akan semua itu.

ê▬♥▬ê

Sebulan setelah Alan dan Karen jadian sikap Alan semakin berubah, setiap kali Jill mengajak bertemu, Alan selalu sibuk dengan Karen bahkan Alan mulai membentak-bentak Jill.
“Jill!! Mau kamu apa sih?? Sampai kapan kamu kaya gini?? Buka mata kamu!! Aku sekarang pacarnya Karen, jadi wajar kalo aku lebih mentingin Karen daripada kamu!!
“Tapi lan aku Cuma pingin ketemu kamu sebentar aja kok… Aku kangen kamu… “ isak Jill
“Udah deh gak usah pake acara nangis-nangis segala!! Bosan Aku leat kamu nangis merengek-rengek kaya gini di depan aku ters!! Udah 10 menit ini kita ketemu udah cukup kan?? Aku udah janji ma Karen, terserah kamu mau disini atau mau pulang!!”
“Dan denger ya Jill, kita kan udah putus jadi semua janji-janji kita juga terhapus. Lupain harapan kita untuk nikah, karna semua itu gak kan terjadi. Aku sayang ma Karen, dia lebih ngertiin aku daripada kamu yang cuma bias jadi pengganggu hidup aku aj!!”
“Nich cincinku kamu buang aja ma cincin yang kamu pake itu!! Karena aku udah gak cinta lagi ma kamu!! Aku gak betah denger rengekan kamu terus. Jadi mulailah untuk terima kenyataan dan cari pria lain dan jangan ganggu hubungan aku ma Karen lagi!!”
Jill berusaha menarik tangan Alan untuk tidak pergi, tapi Alan menepis tangan Jill dengan kasar. Suara motor Alan menderu terdengar Alan menyetir dengan kencang. Tinggallah Jill menangis sendiri di tempat itu.
Tubuhnya lunglai, seluruh hati dan cintanya telah diberikan kepada Alan namun ini jawaban dari Alan. Dia keluar dengan tatapan mata kosong,fikirnya melayang membayangkan betapa tersiksa batinnya mengingat Alan lebih mencintai wanita lain…. Tanpa disadari ada sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan…. Mobil itu menabrak Jill….
ê▬♥▬ê
Ketika tersadar, Ruangan itu serba putih. Jill tidak merasakan sakit yang berarti, di tatapnya satu persatu wajah orang di sekelilinganya. Tampak seorang dokter, seorang suster, dan kedua orang tuanya. Mamanya tampak menangis disampingnya.
“Ma… Jill gag papa kok…” kata Jill
“Iya sayang kamu gag papa…” kata Mama Jill sambil terisak
“Mama kok masih nangis?? Leat nich ma, pa, Jill gag papa… Iya kan dok??”
Dokter itu hanya tersenyum, dengan senyum yang pahit.
“Kenapa sih?? Jill gag papa, Jill udah bisa pulang kan?? Leat nich tangan Jill gag papa Cuma pegel-pegel ma lecet dikit kok,nich kaki Jill juga….” Jill tak melanjutkan kata-katanya air matanya menetes. Dia terdiam.
“Ma, kaki Jill kenapa gak bisa digerakkan??” Tanya Jill terkejut
“Sayang maafin Mama ya…” ucap mama Jill sambil terus menangis
“Ngk… Ini pasti mimpi!! Gak, Gak mungkin Ma!!! Jill gag mau cacat Ma!!!!””teriak Jill
Karena kecelakaan tersebut membuat Jill mengalami kelumpuhan akibat kerusakan otot saraf di kakinya dan tangannya. Jill menangis sejadi-jadinya. Hatinya hancur dan sekarang ia harus terima kenyataan bahwa ia tak lagi bisa berjalan, tak hanya itu, tangannya juga sulit untuk digerakkan.

ê▬♥▬ê

Beberapa minggu Jill hanya diam dirumah. Duduk di tepi jendela kamarnya dengan tatapan kosong, Kayla sahabatnya dating menjenguk, Kayla menatap Jill dari pintu kamar Jill, air matanya menetes. Dia berlari kearah Jill, memeluk Jill dari belakang. Jill yang sedang duduk di kursi roda itu tak bergerak, tatapannya masih kosong.
“Jill… maafin aku ya baru bisa jenguk kamu sekarang…” Kata Kayla sambil menangis
“Kenapa kamu seperti ini Jill??Ha?? Jill ngomong ma aku Jill… Aku sahabatmu Jill, Kayla…”
“Kamu sahabatku??” Kata Jill dengan tatapan pilunya.
“Iya Jill aku Kayla… Kita udah bersahabat lama Jill, bilang ma aku Jill aku mesti lakuin apa supaya kamu gak kaya gini??” kata Kayla lembut
“Alan…”
“Ap Jill?? Alan??”
“Aku ingin ketemu dia” kata Jill datar
“Tapi Jill, Alan udah nyakitin kamu…”
Bukankah kamu bilang kamu sahabatku?”
Baiklah Jill, Aku akan mengantar kamu bertemu Alan…”
“Kay... janji ya.... jangan pernah kamu ngomong ma Alan tentang keadaanku sekarang”
“Kenapa begitu Jill??”
“Aku gak mau Alan kasihan ma Aku Kay....”
Kayla hanya menghela nafas mendengarnya, hatinya pilu melihat sahabat terbaiknya yang dulu ceria sekarang hanya bisa duduk diam diatas kursi roda. Di tatapnya dari kejauhan, ia meneteskan air mata melihat Jill susah payah berusaha untuk melukis namun berulang kali kuas di tangannya itu terjatuh. Kayla tak tahan melihat Jill ia berlari pulang sambil menangis

ê▬♥▬ê

Sore itu Kayla mengantar Jill ke cafe tempat biasa Jill dan Alan bertemu. Sesuai dengan permintaan Jill, ia tak mau sampai Alan tau bahwa sekarang ia cacat.
“Tunggu disini ya Jill, aku mau telfon Alan dulu…” kata Kayla
“Kay…” kata Jill menahan kepergian Kayla
“Iya Jill kenapa??”
“Apa Aku udah terlihat cantik??”
“Iya sayang kamu cantik, cantik banget…” kata Kayla sembari menahan air matanya dan pergi keluar untuk menelfon Alan
Jill tersenyum bahagia membyangkan pertemuannya dengan Alan, tak henti-hentinya ia mentap kaca kecil yang dibawanya, memperbaiki posisi duduknya agar tidak tampak bahwa ia duduk diatas kursi roda.
═══

Di luar sana tampak Kayla sedang sibuk berkali-kali mencoba menelfon Alan namun di-reject. Dan akhirnya Alan menerima telfon Kayla
“Mau apa sih Kay? Aku lagi ada acara sama Karen.” Kata Alan kesal
“Aku mau kamu temui Jill Lan, Jill sekarang lagi nunggu kamu di cafe tempat biasa kalian bertemu.” Jelas Kayla
“Jill lagi Jill lagi. Bosan aku denger rengekan dan tangisannya lagi!!”
“Heh Lan kamu tu keterlaluan banget sih!! Cuma untuk ketemu sebentar aja apa susahnya sih??” kata Kayla mulai kesal
“Hmmm oke tapi nanti jam  5 aku baru bias nemuin dia. Terserah mau nungguin atau gak”
“What?!! Jam 5? Lan ini tu jam 3…”belum sempat Kayla meneruskan kata-katanya Alan menutup telfonnya
Dengan kesal Kayla menemui Jill
“Mana Alan?? Dia kesini jam berapa?” Tanya Jill penuh harap
“Dia… dia lagi ada acara, baru bisa kesini jam 5, kita pulang dulu yuk?? Nanti jam 5 kita balik kesini lagi.” Bujuk Kayla
“Nggak ah Kay… Aku mau nunggu Alan, Aku nggak mau buat Alan menunggu, Aku pengen ketemu dia, siapa tau Alan datang lebih cepat.”
“Tapi Jill masih 2 jam lagi…” kata Kayla
“Aku tetep akan disini nungguin sampe Alan dateng.”
“Kalo gitu aku temenin kamu disini ya?”
“Kamu pulang aja. Nanti kalo udah selesai aku telfon kamu” kata Jill sembari berdandan
“Jill... “ kata Kayla kawatir
“Kayla... gak usah kawatir... aku baik-baik aja kok” kata Jill sambil tersenyum
            Hati Kayla jelas tidak tega melihat Jill sendirian disana, dari kejauhanKayla mengawasi Jill… hatinya begitu sakit dan harus melihat cinta Jill kepada Alan yang telah menyakitinya berulang kali.

ê▬♥▬ê

Jam menunjukkan pukul 5 sore, Alan datang menemui Jill.
“Mau apalagi sih Jill??” kata Alan kasar
Jill mencoba tegar
“Alan… kamu duduk deh… pesen apa kamu?” Tanya Jill lembut
“Udah deh gak usah basa-basi aku gak punya banyak waktu!!”
“Ehmm… Lan… soal janji kamu itu.... kata Jill terbata
“Kmau kesini Cuma buat ngomongin janji itu?? Aku udah bilang kan aku gak akan nepati janji itu!! Kamu Cuma buang-buang waktuku aja!!” kata Alan keras
Jill menahan air matanya agar tidak tampak di depan Alan
“Lan...kamu serius dengan kata-kata mu?? Apa kamu yakin kamu udah gak cinta ma aku??” kata Jill melemah, ia berusaha memegang tangan Alan tapi Alan menapisnya. Dari kejauhan Kayla hanya bisa melihat mereka, karna ia tau jika ia datang, maka Jill akan sangat marah
“Udahlah Jill lupain aku!!” kata Alan berlalu pergi sambil menapis tangan Jill
Disana hanya ada Jill yang menangis sendirian, Kayla berlari menghampiri dan memeluk Jill.

ê▬♥▬ê

Dalam hati Alan sesungguhnya ia tak tega melihat Jill, ia pun sedih melihat Jill menangis, tapi ia mengalihkan semua itu dengan membentak Jill. Di tengah perjalanan pulang ia tersadar HP nya tertinggal di cafe.
“Ashhh siaal kenapa bisa tertinggal” umpat Alan dalam hati, dia berbalik arah dan kembali ke cafe.
Di depan cafe itu ia melihat mobil Kayla disana, dan saat itu Kayla membantu Jill untuk masuk ke dalam mobil, dalam hati ia khawatir dan bertanya-tanya kenapa Kayla memapah Jill masuk ke mobil, namun ia segera melupakannya dan masuk ke dalam cafe mencari Hpnya setelah Kayla dan Jill berlalu.
Di tempat tadi ia tak menemukan Hpnya. Ia berlari ke depan dan bertanya pada pelayan yang ada disana.
“Mas, tadi liat ada HP disana gak?” tanya Alan panik
“Owh mas yg punya HP ini?Mas Alan ya??” kata pelayan itu sambil menunjukkan HP Alan
“Owh iya bener, makasih ya mas udah nyimpen HP saya” kata Alan lega
“Jangan terima kasih ma saya mas,soalnya tadi cewek yg sering dateng kesini ma Mas yg nitipin HP ini ke saya.”
“Owh... “ kata Alan datar
“Pacarnya ya mas?? Kok tadi pakai kursi roda??” tanya pelayan yang sering melayani mereka itu
“Kursi roda??” Alan terkejut
“Loh memangnya mas tidak tau?? Bukannya tadi habis bertemu mas ya??
Mendengar hal itu ia teringat saat Kayla membantu Jill masuk ke dalam mobil. Ia berlalu pergi tanpa menghiraukan pelayan itu lagi.

ê▬♥▬ê

Sejak Alan pulang ia berusaha menghubungi Jill dan Kayla tapi tak ada jawaban. Malam ini Kayla menginap dirumah Jill atas permintaan Jill. Di kamar Kayla hanya diam duduk diatas tempat tidur memandangi Jill di depan teras kamar memandang bintang.
“Jill... HP kamu bunyi...”
“Kamu tau gak dulu aku ma Alan waktu pertama kali kencan kami lihat bintang di bukit  berdua... romantis banget.... “ kata Jill tak menghiraukan kata Kayla
“Jill... kalau kamu saynag kenapa kamu gak angkat telfon Alan??Atau sekedar balas SMS-nya?? Kamu juga gak bolehin aku angkat telfon atau balas SMSnya dia??Kenapa??” tanya Kayla
Jill masuk ke dalam, ia bangkit dari kursi rodanya dibantu Kayla. Mereka berbaring di tempat tidur saling berhadapan.
“Kay.... besok aku ke Singapura....”
“Singapura?? Knapa kamu baru bilang??” kata Kayla terkejut
Jill hanya tersenyum
“Aku senang punya sahabat sepertimu... makasih ya udah mau jadi sahabat terbaikku” kata Jill tersenyum sembari menatap langit-langit kamarnya
“Kamu jangan ngomong gitu Jill kaya kita mau pisah lama ajah haha... aku yakin kamu kesana untuk berobat kan??” kata Kayla
Jill tersenyum
“Ehemmh.... gak cuma berobat Kay, mungkin aku akan nerusin hidupku disana... Aku kuliah disana,,” kata Jill
Kayla bangkit dari tidurnya,
“Kenapa Jill??!! Kamu tega ninggalin aku?? Jangan bilang kamu kesana untuk melupakan Alan??!!!” kata Kayla meradang
Jill menggeleng
“Kamu tau impianku kan Kay?? Q ingin jadi seniman... Aku ingin jadi pelukis... Aku juga ingin hidup baru, disana aku bisa kuliah di tempat khusus penyandang cacat, jika memang aku tidak bisa sembuh“ kata Jill
“sejak berpisah dengan Alan, aku gak punya semangat melukis lagi, apalagi setelah kecelakaan ini... kamu tau aku gak bisa lagi melukis. Aku ingin sembuh Kay... Aku ingin jadi pelukis...” kata Jill penuh harap
“Itu pun jika Aku masih punya harapan untuk sembuh... “ kata Jill lemah
Kayla tak berkata apa-apa, matanya berkaca-kaca dan ia memeluk erat shabatnya itu
“Ini sebabnya kenapa kamu minta aku nginep malam ini??”
Jill mengangguk
“Kamu pasti sembuh Jill... Aku yakin itu, Aku janji kalau kamu jadi pelukis nanti, akulah orang pertama yang akan jadi penggemarmu.... Aku sayang kamu.... Apapun lakukanlah jika itu membuatmu bahagia.... Aku pasti mendukungmu Jill....”
Malam itu mereka berdua larut dalam haru perpisahan....

ê▬♥▬ê

Pagi itu, semua telah siap, Jill dan orang tua nya diantar Kayla ke bandara.  Sebelum berangkat, Kayla menatap layar ponsel Jill dan ponselnya, tampak Alan benar-benar ingin menghubungi Jill, namun sesuai keinginan Jill ia tak menanggapi Alan, sebelum pergi tiba-tiba HP nya berbunyi. Alan. Kesekian kalinya Alan menghubunginya.
“Kay ayo??” kata ayah Jill
“Sebentar ya Om ada telefon, sya angkat dulu...”
“Cepetan ya Kay...” kata Jill dari dalam mobil
“oke bos!” kata Kayla sambil berlari agar Jill tidak tau ia menerima telfon Alan

ê▬♥▬ê

“Kay!! Knapa telfon ma SMS ku gak kamu balas??!!” kata Alan marah
“Itu Jill yg minta Lan!”
“Kata pelayan kemarin Jill pakai kursi roda, apa itu benar?? Apa yang terjadi ma Jill??” kata Alan khawatir
“Eh... masih peduli ya...”
“Kalau gak peduli ngapain aku hubungin kalian dari semalam??!! Bentak Alan
“Kay!! Buruan!” teriak Jill dari mobil
“Iya Jill bentar!!”
“Kalian mau kemana??” tanya Alan
“Aku gak punya banyak waktu Lan, kamu ke bandara sekarang!!”
“Bandara?? Ngapain??” tanya Alan
“Nanti Aku SMS, intinya kamu cepet ke bandara sebelum kamu nyesel!”

ê▬♥▬ê

Lan, Jill mengalami kecelakaan
Kerusakan otot dan saraf kakinya
membuat ia lumpuh
bahkan tangannya pun sulit digerakkan
hari ini dia akan ke singapura
mungkin untuk waktu yang
sangat lama ia takkan kembali
ia akan melanjutkan kuliahnya
disana juga
Temui ia sebelum kamu menyesal

Setelah menerima SMS Kayla itu, Alan langsung memacu  motornya menuju bandara. Ia menyesali atas sikapnya selama ini terhadap Jill. Padhal sesungguhnya ia masih mencintainya

ê▬♥▬ê

Di bandara Jill dan Kyla berpelukan lama.
“Kay, aku pasti kangen banget ma kamu....” kata Jill sambil meneteskan air matanya
“Bodoh... Aku pasti akan terbang ke singapura untuk menculikmu jika akau kangen ma kamu juga hahaha... “ canda Kayla haru
Kayla kebingungan mencari Alan, ia tak jua datang.
“Kay?? Kamu nyariin siapa??” tanya Jill
“Bukan siapa-siapa Jill...”
“Owh....”
“Ehmm... Jill.... kamu gak sebaiknya pamitan ma Alan??”
“Alan?? Hmmm dia udah bahagia ma Karen ... Aku gak mau menggangu hidupnya”
“Ayo berangkat...” kata ayah Jill
“Kay aku berangkat dulu ya??”
Tiba-tiba dari kejauhan Alan datang.
“Jill!!!!” teriak Alan,membuat seluruh orang menatap ke arahnya
Alan berlari smbil menahan air mata ia menghampiri Jill ia menggenggam tangan Jill
“Jill kamu kenapa??”tanya Alan sedih
“Udahlah Lan, gak penting lagi kok....Hmm kamu pasti tau dari Kayla kan??”
Kayla hanya tersenyum
“Jill jangan pergi, jangan ninggalin aku....” pinta Alan
“Aku ingin sembuh lan, lagi pula kamu juga udah ada Karen Lan...”
“Aku udah putus Jill!! Jujur semua sikapku hanya untuk menutupi aku masih sayang kamu... sejujurnya Aku ingin kamu ngelupain aku agar kamu gag semakin sakit gara-gara orang tuaku, tolong Jill jangan ninggalin aku maafin aku Jill... Aku janji akan menepati janjiku Jill “
“Lan!! Kamu gak lihat aku??!! Kamu gak lihat Aku cacat!! Kemungkinan aku buat sembuh itu tipis!! Apa kamu masih mau punya impian menikah dengan gadis cacat sepertiku??!! Udahlah Lan... Aku memang gak pantas buat kamu...”
“Jill... Aku terima keadaanmu seperti apapun.... Aku cinta ma kamu Jill.... “
Jill menarik tangan Alan dan memeluknya
“Aku sayang kamu Lan... Mungkin suatu saat Aku akan kembali dan kalau kita jodoh kita pasti ketemu lagi pada waktu yang telah ditakdirkan Tuhan untuk kita.... “ kata Jill
“Jadi?? Kamu tetep pergi Jill??” tanya Alan memegang kedua pipi Jill dan menatap mata Jill dlam-dalam
Jill hanya mengangguk, ia meraih tangan Alan dan mencium punggung tangannya.
“Aku pergi Lan... Kay.... terimakasih kalian telah menjadi orang-orang hebat yang selalu ada disampingku, mencintai dan mewarnai hariku....” kata Jill sambil berlalu pergi bersama kedua orang tuanya

ê▬♥▬ê

Alan jatuh dan berlutut menangisi kepergian Jill dengan beribu penyesalan di hatinya....
“Lan... biarkan Jill pergi.... Percaya ia pasti kembali” kata Kayla menenangkan
Tiba-tiba HP Alan berbunyi, sebuah SMS dari Jill

Lan... take care ya...
Aku cinta banget ma kamu...
Jangan telat makan, dan jaga
Kesehatanmu
Haha rasanya seperti aku akan pergi
untuk waktu yg sangat sangat lama...
Kalau kamu rindu aku
kamu lihat aja bintang di langit
Kamu pasti akan menemukan aku disana
Love you..
Jill ê

Alan tersenyum dalam isaknya. Mereka berdua bangkit dan berjalan keluar. Tapi saat itu tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat hebat. Kayla dan Alan terkejut, dihadapan mereka terlihat jelas pesawat yg ditumpangi Jill dan keluarganya meledak sesaat setelah lepas landas.
“JIIIILLLL!!!!!” Teriak Alan berlari ingin menghampiri pesawat itu namun dihalangi para petugas dan polisi.
Kayla lemas tak berdaya, tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Seluruhnya hancur tak bersisa. Tak satupun korban selamat, termasuk Jill...

FIN
ê▬♥▬êê▬♥▬êê▬♥▬ê

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 komentar:

GigihPrazt mengatakan...

hehehehe,,,

Unknown mengatakan...

WEhhh loeee

Henny Honey mengatakan...

jangan diketawaaiin oppa :D aku maluuuu haha

Henny Honey mengatakan...

mestiii aneeeh, mestiii fikirane neko-neko :D dilarang tertawa hehe

Posting Komentar