Jill menatap
wajahnya di cermin, tampak sembab… hampir
setengah jam ia menangis… putus dari Alan
sangat menyiksanya. Orang tua Alan tidak merestui hubungan mereka. Hampir setahun hubungan itu
terjalin, namun perpisahan itu bagaikan petir di siang hari… selama ini tak ada masalah berarti
dalam hubungan mereka… tangis Jill semakin menjadi ketika lantunan lagu itu
mengalun lembut menyayat hatinya yang pilu
“… Semakin ku menyayangimu
semakin ku harus melepasmu dari hidupku… tak ingin lukai hatimu lebih dari
ini…. Kita tak mungkin trus bersama…. Iwill let you go… “ (Drive-mele[pasmu)
Lagu itu
dinyanyikan Alan ketika perpisah sekolah tadi siang. Tak kuasa mendengarnya
Jill berlari pulang meninggalkan acara itu. Betapa hancur hatinya, cincin yang
7 bulan
yang lalu disematkan ke jari mereka kini tak berarti… hanya menjadi
setumpuk kenangan indah lainnya.
Di sekanya air
mata dari pipinya saat terdengar suara motor Alan di depan rumahnya. Sesegera
mungkin dia memakai bedak untuk menutupi wajah sembabnya. Dia keluar kamar
dengan masih mengenakan seragam SMA-nya.
Kedua mata itu
beradu, tampak tatapan mata yang masih menyimpan cinta.
“Ngapain kamu
kesini?” Tanya Jill ketus.
“Kamu masih
marah ya sama aku?” Tanya Alan
“Marah??
Menurut mu??”
“Hmm… Aku SMS,
telfon ma kamu tapi gag ada jawaban, ya udah aku kesini aja.”
“Oh ya…” jawab
Jill datar
“Ayo naik…”
ajak Alan
“Kmana?”
“Ada yang ingin aku bicarain ma kamu.”
“Tapi…”
“Udah ayo
naik…”
Akhirnya Jill
mengikuti ajakan Alan. Di sepanjang jalan Alan hanya diam. Sampai di suatu
tempat, di sebuah cafe
yang sering mereka datangi. Mereka memilih di lantai 2 tempat yang nyaman dengan pemandangan
yang cukup indah dan tentunya tempat yang dianggap Alan sepi agar mereka lebih
leluasa bicara 4 mata. Alan
menatap Jill, tapi Jill mengalihkan wajahnya. Tangan lembut Alan menyentuh pipi
Jill memalingkan wajah Jill pada Alan.
“Mata kamu
sembab tuh… hehehe….” Goda Alan, berharap Jill akan tertawa merengek manja
seperti biasanya. Tapi Jill hanya diam dengan mata berkaca-kaca. Sesekali dia menarik
nafas untuk menahan air matanya.
“Nggak usah basa basi... mau ngomong apa?”
Mata Alan
berkaca-kaca melihat sikap Jill, dipeluknya Jill erat-erat.
“Kamu ngapain
sih?!!” kata Jill terkejut mendapat pelukan dari Alan
“Sssttt…..
jangan ngomong apa-apa….”
Sejenak mereka
terdiam, suasana hening dalam ruangan cafe itu… terdengar isak tangis Alan, isak
tangis tanpa air mata seorang cowok. Jill terkejut mendengar isakan Alan, baru
pertama kali ia melihat Alan menangis di depannya.
”Alan...
kamu... “ kata Jill terbata melihat sikap Alan
“Jill… dengerin
aku… jangan ngomong apapun sampai aku selesai bicara….”
Jill hanya
mengangguk di pelukan Alan
“Maafin Aku
Jill, aku juga gak pengen kita putus, tapi aku gak sanggup setiap hari mesti
denger kata-kata dari
orang tua aku tentang hubungan
kita…”
Alan melepas
pelukannya. Tangan Jill meraih pipi Alan, benar-benar tangis seorang pria… dia
menangis tanpa air mata. Dan inilah kali pertama dalam hidup Alan ia menangis
untuk seorang perempuan.
“Tapi Aku masih sayang banget ma kamu Lan…”
tets air mata itu membasahi pipi Jill
Dengan lembut
Alan mnyeka air mata Jill, di kecupnya pipi Jill sembari mengucapkan kata
perpisahan…
“Aku juga masih
sayang banget ma kamu Jill,
tapi maaf mungkin keputusan ini yang harus aku ambil…. Aku gak mau semakin
menyakiti kamu”
“Alan...
“ Jill masih menangis
“Hey...
sudah... dengarkan aku.... Aku janji ma kamu.... Suatu saat nanti entah
4th,5th, atau berapa tahun lagi kalau Aku sudah bekerja aku janji ma kamu, aku
akan datang untuk melamar kamu... gak peduli apa nanti kata mereka... pegang
janjiku.... “ kata Alan sambil mengecup kening Jill
Di sepanjang
jalan pulang Alan menggenggam tangan Jill, Jill memeluk erat Alan, seakan mereka akan berpisah
untuk waktu yang sangat lama
ê▬♥▬ê
Sejak kejadian
itu mereka memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan tanpa status. Tapi sejak berapa minggu mereka
putus, Alan dekat dengan seorang gadis bernama Karen. Dia adalah gadis
yang Alan kenal sejak Alan masih berhubungan dengan Jill, saat itu pun Jill
cemburu dengan kedekatan mereka. Sejak saat itu pula Alan
lebih mementingkan Karen daripada Jill. Dan tepat sebulan mereka putus Alan pun
jadian dengan Karen. Di depan Jill Alan menyembunyikan semua itu sampai pada
akhirnya Jill mengetahui itu sendiri dari teman-teman Alan. Namun ketika Jill
meminta penjelasan Alan, dia berkata
“Jill maaf…
maafin aku Jill, aku Cuma mau main-main aja kok, aku tetep lebih sayang kamu Jill…” jelas Alan
Tapi Jill tak
perduli, hatinya hancur berkeping mendengar orang yang pling dicintainya berbagi hatinya
dengan wanita lain dan Alan tak pernah memberitahunya, Jill tau sendiri
akan semua itu.
ê▬♥▬ê
Sebulan setelah
Alan dan Karen jadian sikap Alan semakin berubah, setiap kali Jill mengajak
bertemu, Alan selalu sibuk dengan Karen bahkan Alan mulai membentak-bentak
Jill.
“Jill!! Mau
kamu apa sih?? Sampai kapan kamu kaya gini?? Buka mata kamu!! Aku sekarang
pacarnya Karen, jadi wajar kalo aku lebih mentingin Karen daripada kamu!!
“Tapi lan aku
Cuma pingin ketemu kamu sebentar aja kok… Aku kangen kamu… “ isak Jill
“Udah deh gak
usah pake acara nangis-nangis segala!! Bosan Aku leat kamu nangis merengek-rengek
kaya gini di depan aku ters!! Udah 10 menit ini kita ketemu udah cukup kan ?? Aku udah janji ma
Karen, terserah kamu mau disini atau mau pulang!!”
“Dan denger ya
Jill, kita kan
udah putus jadi semua janji-janji kita juga terhapus. Lupain harapan kita untuk
nikah, karna semua
itu gak kan
terjadi. Aku sayang ma Karen, dia lebih ngertiin aku daripada kamu yang cuma bias jadi pengganggu
hidup aku aj!!”
“Nich cincinku
kamu buang aja ma cincin yang kamu pake itu!! Karena aku udah gak cinta lagi ma
kamu!! Aku gak betah denger rengekan kamu terus. Jadi mulailah untuk terima
kenyataan dan cari pria lain dan jangan ganggu hubungan aku ma Karen lagi!!”
Jill berusaha
menarik tangan Alan untuk tidak pergi, tapi Alan menepis tangan Jill dengan
kasar. Suara motor Alan menderu terdengar Alan menyetir dengan kencang.
Tinggallah Jill menangis sendiri di tempat itu.
Tubuhnya
lunglai, seluruh hati dan cintanya telah diberikan kepada Alan namun ini
jawaban dari Alan. Dia keluar dengan tatapan mata kosong,fikirnya melayang
membayangkan betapa tersiksa batinnya mengingat Alan lebih mencintai wanita
lain…. Tanpa disadari ada sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan…. Mobil
itu menabrak Jill….
ê▬♥▬ê
Ketika
tersadar, Ruangan itu serba putih. Jill tidak merasakan sakit yang berarti, di
tatapnya satu persatu wajah orang di sekelilinganya. Tampak seorang dokter,
seorang suster, dan kedua orang tuanya. Mamanya tampak menangis disampingnya.
“Ma… Jill gag
papa kok…” kata Jill
“Iya sayang
kamu gag papa…” kata Mama Jill sambil terisak
“Mama kok masih
nangis?? Leat nich ma, pa, Jill gag papa… Iya kan dok??”
Dokter itu
hanya tersenyum, dengan senyum yang pahit.
“Kenapa sih??
Jill gag papa, Jill udah bisa pulang kan ??
Leat nich tangan Jill gag papa Cuma pegel-pegel ma lecet dikit kok,nich kaki Jill juga….” Jill tak
melanjutkan kata-katanya air matanya menetes. Dia terdiam.
“Ma, kaki Jill kenapa gak bisa
digerakkan??”
Tanya Jill terkejut
“Sayang maafin
Mama ya…” ucap mama Jill sambil terus menangis
“Ngk… Ini pasti
mimpi!! Gak, Gak mungkin Ma!!! Jill gag mau cacat Ma!!!!””teriak Jill
Karena
kecelakaan tersebut membuat Jill mengalami kelumpuhan akibat kerusakan otot
saraf di kakinya dan tangannya. Jill menangis sejadi-jadinya.
Hatinya hancur dan sekarang ia harus terima kenyataan bahwa ia tak lagi bisa
berjalan, tak hanya itu, tangannya juga sulit untuk digerakkan.
ê▬♥▬ê
Beberapa minggu
Jill hanya diam dirumah. Duduk di tepi jendela kamarnya dengan tatapan kosong,
Kayla sahabatnya dating menjenguk, Kayla menatap Jill dari pintu kamar Jill,
air matanya menetes. Dia berlari kearah Jill, memeluk Jill dari belakang. Jill
yang sedang duduk di kursi roda itu tak bergerak, tatapannya masih kosong.
“Jill… maafin
aku ya baru bisa jenguk
kamu sekarang…” Kata Kayla sambil menangis
“Kenapa kamu
seperti ini Jill??Ha?? Jill ngomong ma aku Jill… Aku sahabatmu Jill, Kayla…”
“Kamu sahabatku??”
Kata Jill dengan tatapan pilunya.
“Iya Jill aku
Kayla… Kita udah bersahabat lama Jill, bilang ma aku Jill aku mesti lakuin apa
supaya kamu gak kaya gini??” kata Kayla lembut
“Alan…”
“Ap Jill??
Alan??”
“Aku ingin
ketemu dia” kata Jill datar
“Tapi Jill,
Alan udah nyakitin kamu…”
“Bukankah kamu bilang kamu sahabatku?”
“Baiklah Jill, Aku akan mengantar kamu bertemu Alan…”
“Kay...
janji ya.... jangan pernah kamu ngomong ma Alan tentang keadaanku sekarang”
“Kenapa
begitu Jill??”
“Aku
gak mau Alan kasihan ma Aku Kay....”
Kayla
hanya menghela nafas mendengarnya, hatinya pilu melihat sahabat terbaiknya yang
dulu ceria sekarang hanya bisa duduk diam diatas kursi roda. Di tatapnya dari
kejauhan, ia meneteskan air mata melihat Jill susah payah berusaha untuk melukis
namun berulang kali kuas di tangannya itu terjatuh. Kayla tak tahan melihat
Jill ia berlari pulang sambil menangis
ê▬♥▬ê
Sore itu Kayla
mengantar Jill ke cafe tempat biasa Jill dan Alan bertemu. Sesuai dengan
permintaan Jill, ia tak mau sampai Alan tau bahwa sekarang ia cacat.
“Tunggu disini
ya Jill, aku mau telfon Alan dulu…” kata Kayla
“Kay…” kata
Jill menahan kepergian Kayla
“Iya Jill
kenapa??”
“Apa Aku udah
terlihat cantik??”
“Iya sayang
kamu cantik, cantik banget…” kata Kayla sembari menahan air matanya dan pergi
keluar untuk menelfon Alan
Jill tersenyum
bahagia membyangkan pertemuannya dengan Alan, tak henti-hentinya ia mentap kaca
kecil yang dibawanya, memperbaiki posisi
duduknya agar tidak tampak bahwa
ia duduk
diatas kursi roda.
═══
Di luar sana tampak Kayla sedang
sibuk berkali-kali mencoba menelfon Alan namun di-reject. Dan akhirnya Alan menerima telfon Kayla
“Mau apa sih
Kay? Aku lagi ada acara sama Karen.” Kata Alan kesal
“Aku mau kamu
temui Jill Lan, Jill sekarang lagi nunggu kamu di cafe tempat biasa kalian
bertemu.” Jelas Kayla
“Jill lagi Jill
lagi. Bosan aku denger rengekan dan tangisannya lagi!!”
“Heh Lan kamu
tu keterlaluan banget sih!! Cuma untuk ketemu sebentar aja apa susahnya sih??”
kata Kayla mulai kesal
“Hmmm oke tapi
nanti jam 5 aku baru bias nemuin dia.
Terserah mau nungguin atau
gak”
“What?!! Jam 5?
Lan ini tu jam 3…”belum sempat Kayla meneruskan kata-katanya Alan menutup
telfonnya
Dengan kesal
Kayla menemui Jill
“Mana Alan??
Dia kesini jam berapa?” Tanya Jill penuh harap
“Dia… dia lagi
ada acara, baru bisa kesini jam 5, kita pulang dulu yuk?? Nanti jam 5 kita
balik kesini lagi.” Bujuk Kayla
“Nggak ah Kay… Aku mau nunggu Alan, Aku nggak mau buat Alan menunggu,
Aku pengen ketemu dia, siapa tau Alan datang lebih cepat.”
“Tapi Jill
masih 2 jam lagi…” kata Kayla
“Aku tetep akan
disini nungguin sampe Alan dateng.”
“Kalo gitu aku
temenin kamu disini ya?”
“Kamu pulang
aja. Nanti kalo udah selesai aku telfon kamu” kata Jill sembari berdandan
“Jill...
“ kata Kayla kawatir
“Kayla...
gak usah kawatir... aku baik-baik aja kok” kata Jill sambil tersenyum
Hati Kayla jelas tidak tega melihat Jill sendirian
disana, dari kejauhanKayla
mengawasi Jill… hatinya begitu sakit dan harus melihat cinta Jill kepada Alan yang
telah menyakitinya berulang kali.
ê▬♥▬ê
Jam menunjukkan pukul 5 sore,
Alan datang menemui Jill.
“Mau apalagi
sih Jill??” kata Alan kasar
Jill mencoba
tegar
“Alan… kamu
duduk deh… pesen apa kamu?” Tanya Jill lembut
“Udah deh gak
usah basa-basi aku gak punya banyak waktu!!”
“Ehmm… Lan… soal janji kamu
itu....” kata Jill
terbata
“Kmau
kesini Cuma buat ngomongin janji itu?? Aku udah bilang kan aku gak akan nepati
janji itu!! Kamu Cuma buang-buang waktuku aja!!” kata Alan keras
Jill
menahan air matanya agar tidak tampak di depan Alan
“Lan...kamu
serius dengan kata-kata mu?? Apa kamu yakin kamu udah gak cinta ma aku??” kata
Jill melemah, ia berusaha memegang tangan Alan tapi Alan menapisnya. Dari
kejauhan Kayla hanya bisa melihat mereka, karna ia tau jika ia datang, maka
Jill akan sangat marah
“Udahlah
Jill lupain aku!!” kata Alan berlalu pergi sambil menapis tangan Jill
Disana
hanya ada Jill yang menangis sendirian, Kayla berlari menghampiri dan memeluk
Jill.
ê▬♥▬ê
Dalam
hati Alan sesungguhnya ia tak tega melihat Jill, ia pun sedih melihat Jill menangis,
tapi ia mengalihkan semua itu dengan membentak Jill. Di tengah perjalanan
pulang ia tersadar HP nya tertinggal di cafe.
“Ashhh
siaal kenapa bisa tertinggal” umpat Alan dalam hati, dia berbalik arah dan
kembali ke cafe.
Di
depan cafe itu ia melihat mobil Kayla disana, dan saat itu Kayla membantu Jill
untuk masuk ke dalam mobil, dalam hati ia khawatir dan bertanya-tanya kenapa
Kayla memapah Jill masuk ke mobil, namun ia segera melupakannya dan masuk ke
dalam cafe mencari Hpnya setelah Kayla dan Jill berlalu.
Di
tempat tadi ia tak menemukan Hpnya. Ia berlari ke depan dan bertanya pada
pelayan yang ada disana.
“Mas,
tadi liat ada HP disana gak?” tanya Alan panik
“Owh
mas yg punya HP ini?Mas Alan ya??” kata pelayan itu sambil menunjukkan HP Alan
“Owh
iya bener, makasih ya mas udah nyimpen HP saya” kata Alan lega
“Jangan
terima kasih ma saya mas,soalnya tadi cewek yg sering dateng kesini ma Mas yg
nitipin HP ini ke saya.”
“Owh...
“ kata Alan datar
“Pacarnya
ya mas?? Kok tadi pakai kursi roda??” tanya pelayan yang sering melayani mereka
itu
“Kursi
roda??” Alan terkejut
“Loh
memangnya mas tidak tau?? Bukannya tadi habis bertemu mas ya??
Mendengar
hal itu ia teringat saat Kayla membantu Jill masuk ke dalam mobil. Ia berlalu
pergi tanpa menghiraukan pelayan itu lagi.
ê▬♥▬ê
Sejak
Alan pulang ia berusaha menghubungi Jill dan Kayla tapi tak ada jawaban. Malam
ini Kayla menginap dirumah Jill atas permintaan Jill. Di kamar Kayla hanya diam
duduk diatas tempat tidur memandangi Jill di depan teras kamar memandang
bintang.
“Jill...
HP kamu bunyi...”
“Kamu
tau gak dulu aku ma Alan waktu pertama kali kencan kami lihat bintang di bukit berdua... romantis banget.... “ kata Jill tak
menghiraukan kata Kayla
“Jill...
kalau kamu saynag kenapa kamu gak angkat telfon Alan??Atau sekedar balas
SMS-nya?? Kamu juga gak bolehin aku angkat telfon atau balas SMSnya
dia??Kenapa??” tanya Kayla
Jill
masuk ke dalam, ia bangkit dari kursi rodanya dibantu Kayla. Mereka berbaring
di tempat tidur saling berhadapan.
“Kay....
besok aku ke Singapura....”
“Singapura??
Knapa kamu baru bilang??” kata Kayla terkejut
Jill
hanya tersenyum
“Aku
senang punya sahabat sepertimu... makasih ya udah mau jadi sahabat terbaikku”
kata Jill tersenyum sembari menatap langit-langit kamarnya
“Kamu
jangan ngomong gitu Jill kaya kita mau pisah lama ajah haha... aku yakin kamu
kesana untuk berobat kan??” kata Kayla
Jill
tersenyum
“Ehemmh....
gak cuma berobat Kay, mungkin aku akan nerusin hidupku disana... Aku kuliah
disana,,” kata Jill
Kayla
bangkit dari tidurnya,
“Kenapa
Jill??!! Kamu tega ninggalin aku?? Jangan bilang kamu kesana untuk melupakan
Alan??!!!” kata Kayla meradang
Jill
menggeleng
“Kamu
tau impianku kan Kay?? Q ingin jadi seniman... Aku ingin jadi pelukis... Aku
juga ingin hidup baru, disana aku bisa kuliah di tempat khusus penyandang
cacat, jika memang aku tidak bisa sembuh“ kata Jill
“sejak
berpisah dengan Alan, aku gak punya semangat melukis lagi, apalagi setelah
kecelakaan ini... kamu tau aku gak bisa lagi melukis. Aku ingin sembuh Kay...
Aku ingin jadi pelukis...” kata Jill penuh harap
“Itu
pun jika Aku masih punya harapan untuk sembuh... “ kata Jill lemah
Kayla
tak berkata apa-apa, matanya berkaca-kaca dan ia memeluk erat shabatnya itu
“Ini
sebabnya kenapa kamu minta aku nginep malam ini??”
Jill
mengangguk
“Kamu
pasti sembuh Jill... Aku yakin itu, Aku janji kalau kamu jadi pelukis nanti,
akulah orang pertama yang akan jadi penggemarmu.... Aku sayang kamu.... Apapun
lakukanlah jika itu membuatmu bahagia.... Aku pasti mendukungmu Jill....”
Malam
itu mereka berdua larut dalam haru perpisahan....
ê▬♥▬ê
Pagi
itu, semua telah siap, Jill dan orang tua nya diantar Kayla ke bandara. Sebelum berangkat, Kayla menatap layar ponsel
Jill dan ponselnya, tampak Alan benar-benar ingin menghubungi Jill, namun
sesuai keinginan Jill ia tak menanggapi Alan, sebelum pergi tiba-tiba HP nya
berbunyi. Alan. Kesekian kalinya Alan menghubunginya.
“Kay
ayo??” kata ayah Jill
“Sebentar
ya Om ada telefon, sya angkat dulu...”
“Cepetan
ya Kay...” kata Jill dari dalam mobil
“oke
bos!” kata Kayla sambil berlari agar Jill tidak tau ia menerima telfon Alan
ê▬♥▬ê
“Kay!!
Knapa telfon ma SMS ku gak kamu balas??!!” kata Alan marah
“Itu
Jill yg minta Lan!”
“Kata
pelayan kemarin Jill pakai kursi roda, apa itu benar?? Apa yang terjadi ma
Jill??” kata Alan khawatir
“Eh...
masih peduli ya...”
“Kalau
gak peduli ngapain aku hubungin kalian dari semalam??!! Bentak Alan
“Kay!!
Buruan!” teriak Jill dari mobil
“Iya
Jill bentar!!”
“Kalian
mau kemana??” tanya Alan
“Aku
gak punya banyak waktu Lan, kamu ke bandara sekarang!!”
“Bandara??
Ngapain??” tanya Alan
“Nanti
Aku SMS, intinya kamu cepet ke bandara sebelum kamu nyesel!”
ê▬♥▬ê
Lan, Jill mengalami kecelakaan
Kerusakan otot dan saraf kakinya
membuat ia lumpuh
bahkan tangannya pun sulit digerakkan
hari ini dia akan ke singapura
mungkin untuk waktu yang
sangat lama ia takkan kembali
ia akan melanjutkan kuliahnya
disana juga
Temui ia sebelum kamu menyesal
Setelah
menerima SMS Kayla itu, Alan langsung memacu
motornya menuju bandara. Ia menyesali atas sikapnya selama ini terhadap
Jill. Padhal sesungguhnya ia masih mencintainya
ê▬♥▬ê
Di
bandara Jill dan Kyla berpelukan lama.
“Kay,
aku pasti kangen banget ma kamu....” kata Jill sambil meneteskan air matanya
“Bodoh...
Aku pasti akan terbang ke singapura untuk menculikmu jika akau kangen ma kamu
juga hahaha... “ canda Kayla haru
Kayla
kebingungan mencari Alan, ia tak jua datang.
“Kay??
Kamu nyariin siapa??” tanya Jill
“Bukan
siapa-siapa Jill...”
“Owh....”
“Ehmm...
Jill.... kamu gak sebaiknya pamitan ma Alan??”
“Alan??
Hmmm dia udah bahagia ma Karen ... Aku gak mau menggangu hidupnya”
“Ayo
berangkat...” kata ayah Jill
“Kay
aku berangkat dulu ya??”
Tiba-tiba
dari kejauhan Alan datang.
“Jill!!!!”
teriak Alan,membuat seluruh orang menatap ke arahnya
Alan
berlari smbil menahan air mata ia menghampiri Jill ia menggenggam tangan Jill
“Jill
kamu kenapa??”tanya Alan sedih
“Udahlah
Lan, gak penting lagi kok....Hmm kamu pasti tau dari Kayla kan??”
Kayla
hanya tersenyum
“Jill
jangan pergi, jangan ninggalin aku....” pinta Alan
“Aku
ingin sembuh lan, lagi pula kamu juga udah ada Karen Lan...”
“Aku
udah putus Jill!! Jujur semua sikapku hanya untuk menutupi aku masih sayang
kamu... sejujurnya Aku ingin kamu ngelupain aku agar kamu gag semakin sakit
gara-gara orang tuaku, tolong Jill jangan ninggalin aku maafin aku Jill... Aku
janji akan menepati janjiku Jill “
“Lan!!
Kamu gak lihat aku??!! Kamu gak lihat Aku cacat!! Kemungkinan aku buat sembuh
itu tipis!! Apa kamu masih mau punya impian menikah dengan gadis cacat
sepertiku??!! Udahlah Lan... Aku memang gak pantas buat kamu...”
“Jill...
Aku terima keadaanmu seperti apapun.... Aku cinta ma kamu Jill.... “
Jill menarik
tangan Alan dan memeluknya
“Aku
sayang kamu Lan... Mungkin suatu saat Aku akan kembali dan kalau kita jodoh
kita pasti ketemu lagi pada waktu yang telah ditakdirkan Tuhan untuk kita.... “
kata Jill
“Jadi??
Kamu tetep pergi Jill??” tanya Alan memegang kedua pipi Jill dan menatap mata
Jill dlam-dalam
Jill
hanya mengangguk, ia meraih tangan Alan dan mencium punggung tangannya.
“Aku
pergi Lan... Kay.... terimakasih kalian telah menjadi orang-orang hebat yang
selalu ada disampingku, mencintai dan mewarnai hariku....” kata Jill sambil
berlalu pergi bersama kedua orang tuanya
ê▬♥▬ê
Alan
jatuh dan berlutut menangisi kepergian Jill dengan beribu penyesalan di
hatinya....
“Lan...
biarkan Jill pergi.... Percaya ia pasti kembali” kata Kayla menenangkan
Tiba-tiba
HP Alan berbunyi, sebuah SMS dari Jill
Lan... take care ya...
Aku cinta banget ma kamu...
Jangan telat makan, dan jaga
Kesehatanmu
Haha rasanya seperti aku akan pergi
untuk waktu yg sangat sangat lama...
Kalau kamu rindu aku
kamu lihat aja bintang di langit
Kamu pasti akan menemukan aku disana
♥ Love you..
Jill ê
Alan
tersenyum dalam isaknya. Mereka berdua bangkit dan berjalan keluar. Tapi saat
itu tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat hebat. Kayla dan Alan
terkejut, dihadapan mereka terlihat jelas pesawat yg ditumpangi Jill dan
keluarganya meledak sesaat setelah lepas landas.
“JIIIILLLL!!!!!”
Teriak Alan berlari ingin menghampiri pesawat itu namun dihalangi para petugas
dan polisi.
Kayla
lemas tak berdaya, tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Seluruhnya
hancur tak bersisa. Tak satupun korban selamat, termasuk Jill...
FIN
ê▬♥▬êê▬♥▬êê▬♥▬ê







4 komentar:
hehehehe,,,
WEhhh loeee
jangan diketawaaiin oppa :D aku maluuuu haha
mestiii aneeeh, mestiii fikirane neko-neko :D dilarang tertawa hehe
Posting Komentar